diamnya aku..bukan berarti mentolerir semua yang kalian lakukan
diamnya aku,bukan berarti kalian bisa semena mena denganku
diamnya aku,bukan berarti karena aku masih menaruh harapan pada kesayangan kalian
diamnya aku,bukan berarti luka di hati ini dengan gampangnya bisa kalian tutupi dengan semen paling bagus
diamnya aku,bukan berarti kalian bisa bicara sesuka kalian
diamnya aku demi menjaga hati permata hatiku
diamnya aku demi menjaga kewarasanku
diamnya aku demi ayah yang tinggal seorang diri,agar dia melihat aku baik baik saja
tak perlu kalian bersandiwara setelah apa yang kalian lakukan padaku
masih aku ingat dengan jelas bagaimana diantara kalian menudingkan telunjuk padaku,mengernyitkan dahi padaku,membombardir kemarahan padaku tanpa mentelorerir kewarasanku.
masih aku ingat dengan jelas semua alibi dan alasanmu di kursi sidang yang dingin itu dan akhirnya kaupun terdiam setelah hakim mengatakan sesuatu yang tak bisa kau bantah
masih aku ingat dengan jelas,sesaat ibuku menangis tak rela putrinya diperlakukan kasar
masih aku ingat dengan jelas,semua kebohongan yang kau bangun
masih aku ingat dengan jelas,semua alibi kalian
masih aku ingat dengan jelas,perkataan..badiam jo biar nyanda ada orang yang tau ,seolah hatiku tiada seperti robot
dan sekarang..kalian masih seperti itu??berlagak seolah tidak ada apa apa diantara kita?meminta sesuatu sesuka kalian
ya ..aku masih dendam
ya ..hatiku ini tak kan pernah menyatu kembali
ya..dan aku menunggu saatnya tiba
sama seperti aku yang menangisi tubuh kaku ibunda tercinta..maka akupun akan menyaksikan kepedihan itu...
kepedihan yang sama yang aku alami,yang ibundaku tangisi dan ayahku tahan...
sama...
suatu hari
aku hanya akan melihat
karena ALLAH tidak tidur
aku yakin itu
dan aku bukan ROBOT yang tak berhati yang seperti kalian duga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar